NG-Oprexer | MakroStudio | KA-Cerdas | [ ... ]Grafis Dakwah Islam
Ideografi Al-Ghuroba
Maktabah Royatus-Suwd
| القرآن About Me: Kurniawan Abi Isma'il
بن شهريل بن سلطان خليفة
21 Rojab 1401H
My Talent:
Survival on الله's path
My Mission:
Mari kita pulang ke Jannah dengan selamat.

Thursday, May 4, 2023

Disaster

Bismillah

Kematian, hal yang amat menakutkan bagi kebanyakan manusia. Baik karena sakit atau karena kecelakaan, bahkan terlebih karena kematian masal seperti dampak bencana alam maupun peperangan. Intinya, mayoritas manusia takut menghadapi mati.

Bencana alam dan peperangan adalah karena ulah manusia yang berbuat kerusakan. Bukan hanya kerusakan pada alam saja, tetapi kerusakan dalam tatanan masyarakat, kerusakan pada tatanan bernegara, juga kerusakan karena menyelewengkan Dinulloh Al-Islam. الله Sang Pemilik Jagad Raya telah membuat aturan dan system yang valid, juga telah dicontohkan oleh hamba-hambaNya yang terbaik. Tetapi, mayoritas manusia mengingkari bahkan membuat tandingannya. Maka cukuplah menyalahkan manusia sendiri jika bencana bertubi-tubi datang menghantam.

Solar Cycle

[Statistik prediksi dengan data yang terukur pada Cycle ke-23 dan ke-24]

Adalah siklus medan magnetik matahari yang dipantau berdasar sun-spot (titik ledakan energi), solar flare (semburan energi matahari), dan CME - Coronal Mass Ejection (erupsi masa matahari yang terlontar ke angkasa). Pada saat puncak Solar Cycle, medan magnet matahari akan berbalik posisi, mengakibatkan pelepasan energi berupa ledakan gigantic yang amat besar. Dari pemantauan selama ratusan tahun dan dari pencatatan aktifitasnya sejak tahun 1875M, siklus ini memberi dampak pada cuaca di bumi. Dan di masa sekarang, siklus ini berdampak pada kelangsungan teknologi manusia. Bahkan setelah penelitian radio-carbon pada lapisan sedimentasi bumi, Solar Cycle diketahui telah mempengaruhi kelangsungan hidup pada semua makhluq di bumi, terutama mikroba.

[Statistik perbedaan prediksi dengan data yang terukur terukur pada Cycle ke-25]

Sekarang ini kita menjelang puncak dari siklus maksima dari Solar Cycle ke-25 (yang pertama 1875M), dengan perkiraan waktu puncak itu paling lambat pada Juli 2025M. Dari semua pencatatan data mengenai aktifitas matahari, ternyata prediksi para ahli meleset dari kenyataan yang terjadi. Aktifitas matahari pada cycle ke-25 tercatat lebih aktif dari perkiraan sebelumnya, dan kini berbagai kekhawatiran mulai banyak disuarakan.

Saya sendiri (penulis artikel ini), mulai menaruh kecurigaan ketika melihat beberapa kali kilatan besar cahaya pada rekaman video gerhana matahari di akhir romadhon 1444H. Para pengamat mencari tahu fenomena yang terjadi pada peristiwa itu, dan ternyata itu adalah CME dengan kekuatan besar yang mengarah ke bumi. Coronagraph memperlihatkan massa corona yang terlontar jauh ke angkasa dengan jumlah yang amat besar.

[Foto Coronagraph pada peristiwa CME di bulan Maret 2023, semburan ledakan energi matahari dengan kecepatan 2127 km/detik]

Ketika ledakan-ledakan gigantic itu terjadi, sejumlah besar energi yang masive menyembur dengan cepat ke arah vektor ledakan. Semburan itu membuat efek kerusakan langsung pada panel surya satelit dan perangkat-perangkat elektroniknya, minimal mendapat shock-wave EMP (Electro-Magnetic Pulse). Semburan besar ini juga menghantam magnetosfer hingga perisai depan yang menghadap matahari menjadi lebih dekat daratan bumi, yang juga menekan atmosfer. Bergesernya perisai magnetosfer dan atmosfer mengakibatkan debris angkasa luar (bebatuan meteor dan sampah angkasa lainnya) lebih mudah masuk. Dan efek ini pun mempengaruhi ionosfer hingga sinyal-sinyal komunikasi bumi-ke-bumi tidak terpantul dengan benar, bengkok dan bias. Sesampai di lapisan stratosfer, gangguan-gangguan akibat tingginya kadar UV (ultraviolet) menimbulkan sangat banyak efek hingga mempengaruhi iklim. Dan pada lapisan dalam bumi, hantaman pada magnetosfer ini banyak yang memperkirakan juga mempengaruhi arus iron-nickel cair pada inti bumi, seperti magnet yang terkena hantaman energi magnet lain, yang berarti juga mempengaruhi gerak lempengan benua (Tectonic Plate).

Global Climate

Telah menjadi qodarulloh (ketetapan الله) bahwa bumi memiliki iklim yang kondusif untuk kehidupan, dan memiliki banyak parameter penyeimbang iklim. Mulai dari ketinggian lapisan oksigen, kadar uap, penyerapan panas, hingga lautan yang menjadi pensuplai oksigen terbesar. Mekanisme penyeimbang iklim di bumi itu membuat bumi memiliki cuaca, conveyer udara (angin), dan conveyer lautan (ocean-belt), yang relatif jinak. Kadar panas yang ada di dalam atmosfer menjadi parameter utama arah dan kecepatan angin, yang juga menentukan pergerakan awan uap yang membawa air dan es. Terjadinya cuaca tenang, atau badai, atau gelombang panas, hingga thunder-storm, semua berkaitan erat dengan parameter angin ini. Itulah kenapa Rosululloh صلى الله عليه وسلم melarang mencela angin, karena bersama arus-arus angin ini ada malaikat Ar-Ra'd yang menggiring awan-awan sesuai dengan perintah Robbnya, mereka bersenjatakan guntur dan petir/halilintar.

Global Warming dan Global Cooling

Bumi tempat kita tinggal sekarang ini pernah mengalami Glacial Age (Zaman Es), dan itu belum lama. Glacial Age berakhir sekitar 12 ribu tahun yang lalu, masa ketika benua Sunda tenggelam dan berubah menjadi kepulauan Nusantara. Pencairan es secara tiba-tiba, masive, dan cepat itu terjadi merata di seluruh bumi, atas kuasa dan izin الله. Perubahan iklim secara drastis di bumi sangat mungkin terjadi, dan jejak-rekamnya tercatat di seluruh lapisan sedimentasinya. Sungguh الله berkuasa mewujudkan segala yang dikehendakiNya.

Ketika iklim global sudah tak seimbang, cuaca rutin sudah tak beraturan, bahkan sering mencapai kondisi klimaks cuaca ektrim, maka proses keseimbangan iklim bumi akan mengantarkan pada dua posisi, yaitu kepada Global Warming lalu kepada Global Cooling. Maka tidaklah mustahil jika gurun pasir di Jazirah 'Arob bisa kembali menjadi tanah subur, sesuai dengan nubuwah yang disampaikan Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Perubahan iklim secara global amat dimungkinkan jika semua parameter penyeimbang iklim di bumi mendukung. Sungguh itu semua adalah mekanisme yang telah didesain oleh الله, dengan desain itu Dia mengatur tiap materi dari yang terkecil hingga yang terbesar. Bahkan jika Dia ingin bumi yang baru dengan desain sistem yang berbeda, pastilah bumi yang baru itu menjadi kenyataan beserta ekosistem dan siklusnya sendiri.

World War

Sudah diketahui kita semua, setelah bencana alam terjadi akan ada banyak kekurangan kebutuhan hidup. Manusia butuh makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Dengan porak-porandanya tatanan ekonomi akibat bencana alam, butuh waktu panjang agar peradabannya bisa berdiri kembali. Diantara cara bangkitnya suatu peradaban adalah dengan perang, dan itu telah tercatat pada berbagai sejarah peradaban. Bencana alam yang dilanjut dengan bencana peperangan, sudah banyak terjadi di masa lalu. Perang tingkat global pun bukan hanya baru sekali dua kali terjadi, bahkan perang-perang pada masa Khulafa'ur-Rosyidin adalah perang tingkat global, menjalar ke berbagai arah penjuru bumi.

Bagi yang tak meyakini kehidupan di alam akhirot, mereka berfikir bahwa hidupnya hanya di alam dunya ini. Itulah kenapa mereka takut mati dan menghindar jauh dari perang. Tetapi ada juga dari mereka yang maniak perang, terutama para diktatornya. Tiap penaklukan ataupun penyerahan kekuasaan semua berdasar kedunyawian, pemenuhan kebutuhan hidup. Hukum alam mereka: "Strongest Survive", maka tak heran jika kediktatoran menjadi tabiatnya. Sifat diktator itu karena para penguasanya berstatus sebagai Robb tertinggi, yang sudah amat banyak contohnya. Berbeda dengan ajaran Islam yang menggunakan kekuatan untuk mencari ridho الله, para penguasanya takut akan pembalasan الله. Walaupun berkuasa, mereka tetap hamba/budak dari Robbul-'Alamin. Tiap peperangan para hamba الله dipicu bukan karena alasan dunyawi, tapi karena alasan ideologi.

[Ilustrasi pasukan salib pada perang dunia setelah bencana di pengakhiran zaman, juga kembali menggunakan pedang dan panah]

Bersambung...

Kurniawan Ibn Sulthon Kholifah

Artikel ini adalah satu dari seri artikel-artikel yang aku tulis, berikut adalah serialnya:

Disaster <--- You're reading this ( https://ng-oprexer.blogspot.com/2023/05/disaster.html )
Human, A Universe ( https://ng-oprexer.blogspot.com/2023/05/human-universe.html )
Linked By Energy ( https://ng-oprexer.blogspot.com/2023/05/linked-by-energy.html )
Balancing Ecosystem ( https://ng-oprexer.blogspot.com/2023/05/balancing-ecosystem.html )
Destruction ( https://ng-oprexer.blogspot.com/2023/05/destruction.html )
Eternity ( https://ng-oprexer.blogspot.com/2023/05/eternity.html )

No comments:

Post a Comment