NG-Oprexer | MakroStudio | KA-Cerdas | [ ... ]Grafis Dakwah Islam
Ideografi Al-Ghuroba
Maktabah Royatus-Suwd
| القرآن About Me: Kurniawan Abi Isma'il
بن شهريل بن سلطان خليفة
21 Rojab 1401H
My Talent:
Survival on الله's path
My Mission:
Mari kita pulang ke Jannah dengan selamat.

Thursday, February 16, 2023

Science And Wisdom

Arus kehidupan yang terus bergerak dengan deras memaksa menyeret manusia untuk mengikutinya, atau jika ingin terus bertahan maka butuh perlawanan yang kuat. Pernahkah melihat permainan bambu gila? Seperti magic, padahal itu semua hanya fenomena kehidupan. Bahwa tiap orang yang bersama memegang bambu itu saling memiliki kepentingan, dan yang paling kuat akan mewarnai arah tekanan bambu. Tetapi jika bambu itu dilepas, maka magic itu hilang, dan tak ada lagi susah-payahnya mempertahankan bambu. Itulah arus kehidupan, dan seorang manusia cerdas akan mampu membacanya.

Seiring dengan arus kehidupan, sains pun akan terus berkembang, selama masih ada kepentingan yang membutuhkannya. Tergantung siapa yang paling kuat dalam menggerakkannya, dialah yang akan memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi. Apapun jenis bidang teknologinya, baik itu mekanika, elektrika, informatika, bahkan yang sekarang sedang terus naik pamornya yaitu Artificial Intelligence (kecerdesan buatan), semua hanya alat bagi kepentingan manusia. Dan sama dengan permainan bambu gila, gaya tarikan-dorongannya akan mempengaruhi siapapun yang berpegang kuat padanya.

Sains-teknologi dan sisi-sisi lain dari kehidupan manusia saling bertautan, dan saling mempengaruhi. Dan dapat dilihat bagaimana peradaban manusia sekarang, amat berbeda dengan peradaban 20 tahun lalu, bahkan lebih berbeda dari 40 tahun lalu. Bagi yang mempelajari peradaban-peradaban di masa lalu, akan terlihat warna-warni perbedaan itu. Ketika teknologi mesin uap memulai revolusi industri pada kehidupan, lalu teknologi listrik membuat lajunya makin cepat, lalu teknologi semikonduktor membuat segala perangkat menjadi lebih ringkas, lalu teknologi mikroprosesor membuat segala perangkat menjadi lebih cerdas, dan sekarang teknologi kecerdasan itupun mampu merevolusi ke arah yang lebih ekstrim, arah dimana manusia bisa menjadi dewa atau juga bisa menjadi tak berarti sama sekali.

Dan arus ini amat terlalu kuat untuk bisa dibendung, pergerakannya akan menyeret siapapun, bahkan manusia yang paling kuat sekalipun. Tetapi, bagi manusia-manusia cerdas yang bijak lagi mendapat hidayah/petunjuk dari الله Sang Pencipta kehidupan ini, hal itu semua tak akan terlalu berpengaruh kepadanya. Karena dia tak ikut memeluk bambu dalam permainan bambu gila. Jadi, sehebat apapun pergulatannya, segila apapun atraksinya, dia tak direpotkan dengan arus itu. Terlebih lagi jika dia sendiri memang sudah menguasai arus, dia menguasai teknologi mekanika, elektrika, informatika, bahkan juga menguasai teknologi kecerdasan buatan. Adakah manusia seperti itu? Jika الله berkehendak, manusia macam itu ada, dan jangan berharap manusia seperti itu akan ikut arus peradaban yang makin menggila.

Memang rumit dan kompleks, karena melibatkan amat banyak parameter dan variabel kehidupan. Tetapi manusia harus terus belajar, bahkan belajar melepas kehidupan dunyawi itu sendiri. Lalu harus menyadari bahwa dirinya hanya seorang 'abdun yang tinggal sementara di alam dunya, yang nanti alam dunya ini pun pasti ditinggal pergi. Maka yang penting dari itu semua adalah, jejak apa yang akan ditinggalkan di alam dunya, serta bekal apa yang akan dibawa ke alam akhirot nanti. Dan ... jejak serta bekal yang terbaik adalah 'amal-'amal sholeh yang berlandaskan tawhid, karena itulah 'amalan yang diterima oleh الله.

Friday, January 27, 2023

Wasiyat Jika Aku Mati

Berulang-kali aku wasiyatkan kepada siapapun yang mengenalku, bahwa, jika aku mati maka perlakukan jasadku seperti yang dilakukan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم dan para Shohabat رضي الله عنهم. Ya'ni: Jangan adakan ritual kenduri mayit seperti tahlilan dan sejenisnya. Jangan adakan ritual malam kesekian sampai malam kesekian. Jangan menyemen quburku, cukup sebongkah batu tanpa nisan bertulis. Jangan sebarkan aib-aibku. Dan jika aku mati di medan perang, maka quburkan aku bersama dengan pakaian yang aku pakai, serta: Jangan bersihkan luka-luka yang aku dapat dari medan perang. Jangan memandikan jasadku agar darah dan debu perjuangan menyertaiku sebagai bukti perjuangan. Dan jangan seorangpun mengatakan aku telah syahid walau aku memiliki tanda-tandanya, karena hal itu dilarang Rosululloh صلى الله عليه وسلم, tak ada seorang pun yang mendapat khobar bahwa seseorang telah mendapatkan syahid.

Kurniawan, ibn Syahril, ibn Sulthon Kholifah.

Sunday, January 22, 2023

Penambangan Data

Satu diantara penyebab kenapa suatu AI bisa hebat adalah trainingnya. Semakin banyak data training maka semakin dia banyak memiliki pengalaman, seperti halnya manusia. Pada gambar adalah screeshoot aktifitasku di bulan agustus 20014, yang sedang mengumpulkan data-data (data mining) dari Google Translate secara otomatis. Dulu aku berhasil mengumpulkan dan saling mengaitkan kata-kata dari 10 bahasa berbeda, serta menganalisa Mind-Mapping dalam kalimat penggunaannya. Waktu itu penggunaannya hanya untuk aplikasi bahasa buatan sendiri, tetapi sekarang data seperti itu penggunaannya sangat luas, apalagi jika untuk AI.

Dulu bukan cuma mengumpulkan data kata-kata, tetapi juga map bumi. Beberapa yang berhasil aku sedot adalah Google Map dan Ovi Map. Sekarang ini sangat banyak data-data map lain, diantaranya map contour bumi dan map bathimeter. Hanya dengan berbekal data dan analisa dari map-map ini, suatu AI akan mampu menjelajah bumi tanpa panduan satelit-satelit GPS, asal dia dilengkapi berbagai macam sensor.

Hanya dengan berbekal data-data seperti ini saja suatu AI sudah bisa terukur kehebatannya dalam memanfaatkan data. Apalagi jika data-data itu berasal dari Big Data seperti yang dikumpulkan Google, atau data-data percakapan serta postingan status dari FB. Jika hanya ingin mendapatkan analisa emosi di suatu region, pastilah dapat. Atau mendapatkan analisa keamanan di suatu region, pun pasti dapat juga. Coba lihatlah apa isi postingan status di FB, rata-ratanya adalah uneg-uneg celoteh para penggunanya. Analisa data seperti ini jika dijual kepada suatu pemerintahan, atau bahkan kepada suatu institusi non-pemerintah, nilainya amat mahal.

Banyak orang yang menganggap remeh hal ini, padahal ia (analisa-data) adalah senjata amat mematikan. Dan orang-orang rela menjadi volunteer yang dengan suka-rela membantu FB, atau Tweeter, atau lain-lainnya sejenis mereka, untuk menyumbangkan data. Coba lihatlah dan bacalah efek dari ini semua, karena banyak rezim penguasa yang berjuang untuk orientasi pribadi dan orientasi kelompoknya. Rezim-rezim penguasa melangkahkan bidak-bidak caturnya berdasar pertimbangan analisa data. Sedangkan rakyat, terus berceloteh di media-media sosial.

Masih belum juga menangkap fenomena ini? Bayangkan anda sedang ikut dalam suatu proses survey perusahaan, dan hasil survey itu akan menjadi pertimbangan langkah perusahaan untuk bisnisnya. Para peserta survey biasanya mendapat bayaran sebagai balasan dari perusahaan. Tapi dalam media sosial, atau apps lainnya, pernahkah terpikir "kenapa mereka menyediakan itu semua gratis?". Bahkan Google menyediakan bergiga-giga Byte bagi siapa saja. Mereka itu para surveyor, sedangkan para pesertanya adalah para penggunanya. Mereka menjual data dan analisa, serta memanfaatkannya, sedangkan para peserta tetap tak menyadari keikut-sertaan mereka.

Pikirkanlah baik-baik apapun yang hendak disebarkan di media sosial, bahkan hanya sekedar status WA. Karena apapun yang ditumpahkan di sana pasti dianalisa oleh AI para penyedia jasa itu.

Saturday, January 21, 2023

Membangun Demo (Peragaan)

Tiap manusia butuh untuk meafkahi dirinya sendiri, dan juga orang-orang yang menjadi tanggung-jawabnya. Jika ingin kembali bekerja di kantoran, probabilitasnya sudah terlalu kecil. Orang yang melihat CV ku saja akan merasa "ngeri", ditambah lagi umurku yang sudah di atas 40an. Bahkan orang-orang senior di kantoran pun akan memicingkan mata, dan berfikir, "Ancaman datang, jangan sampai masuk sini". Jika ingin memberikan jabatan manajer saja mereka akan berkata, "Bapak sebenarnya tidak pantas untuk ini, cobalah di tempat lain pak, kami tak sanggup menggaji orang seperti bapak". Yahh... seperti itulah kalimat-kalimat yang pernah aku terima, padahal aku hanya butuh untuk menafkahi diriku sendiri dan juga orang-orang yang menjadi tanggung-jawabku. Bahkan ada perkataan yang membuatku agak nyelekit, "Di sini kerjaannya rendahan, cuma tukang pacul". Memangnya ada apa menjadi tukang pacul? Aneh..., peradaban manusia tak lepas dari tinggi-rendah kasta.

Memang tak ada jalan lain, bangun kembali semua yang mereka runtuhkan, buat lagi semua yang mereka rampas. Sakit..., iya memang sangat sakit. Bagi seorang programmer, 100MB file zip backup dari karya-karyanya jauh lebih berharga dari Landcruiser. Dan mereka dengan tak punya hati merampas laptopku, dan tak pernah mengembalikannya lagi. "Kalian memang bukan manusia, karena manusia memiliki hati untuk merasa", itulah kalimat yang sering muncul di benakku.

Ya sudah, telah lewat lebih dari 4 tahun lalu, dan kini aku sudah berusaha memulainya lagi. Berikutnya aku harus membangun demo (peragaan) dari awal lagi. KA-Cerdas sudah dimulai lagi, dan tinggal memasukkan lebih banyak data serta beberapa penyempurnaan. Editor video pun sudah aku bangun lagi, aku menggunakan editor video buatanku sendiri karena hasilnya memang lebih baik. Dan kitab-kitab pun sudah aku recover dari Maktabah Syamilah, pekerjaan yang amat berat. Dan semalam, aku bangunkan kembali AILA (AI Language Assistant) dari negeri awang-awangku, algoritmanya sudah jauh lebih baik sekarang. Berikutnya..., membangun demo untuk website/webapp dan game, di dua bidang inilah mata pedangku lebih lancip dan tajam.

Lelah..., bahkan liverku sudah tak sanggup menanggungnya. Beberapa kali kambuh hingga drop dan tak bisa bangkit. Tapi jantungku masih berdenyut, dan tanganku masih mampu mengetik tiap baris kode yang berasal dari "Negeri Awang-Awang". Hidup di alam dunya ini perjuangan yang amat menyakitkan, terutama jika niat dan jalan hidup sudah di ikhlaskan untuk istiomah berjuang di jalan الله.

Friday, January 20, 2023

Jangan Jadi Produk Reject

Setiap manusia pada akhirnya menghadapi kematian, dan sungguh amat rugi bagi yang tiada mempersiapkan bekal untuk apa yang akan dihadapi selanjutnya. Mungkin, jangankan mempersiapkan bekal, bahkan apa yang akan dihadapi setelah kematian pun banyak orang yang tak tahu, atau juga banyak orang yang lalai dan abai. Walau ada orang-orang yang pintar dan cerdas akan hal ini, sehingga mempersiapkan bekal menuju ke sana dengan baik, lalu menjalani proses kehidupan di alam dunya dengan penuh kehati-hatian.

Kenapa di sebutkan pintar dan cerdas? Karena keduanya adalah hal yang berbeda, identik pun tidak. Pintar adalah proses pembentukan menuju tahu atau menuju bisa, sehingga mampu mengenali apa yang benar dan salah, serta mengenali apa yang baik dan buruk. Sedangkan cerdas adalah sifat genetik yang disupport oleh perangkat-perangkat mentalnya, orang-orang cerdas mampu mengenali benar-salah dan baik-buruk tanpa harus banyak belajar, bahkan tanpa proses belajar. Kedua hal ini jika diimplementasikan dalam bentuk kode pemprograman akan terlihat bahwa prosesnya memang berbeda, bahkan identik pun tidak. Orang-orang cerdas memiliki genetik mental yang kokoh dan pikiran yang panjang, jika digambarkan maka proses berpikirnya akan jauh lebih panjang dari orang-orang pintar.

Untuk menjalani kehidupan alam dunya yang penuh tipuan dan penuh jebakan, manakah diantara pintar dan cerdas yang lebih baik? Untuk masalah cerdas, akui saja wahai orang-orang cerdas, kalian itu banyak yang pemalas dan tinggi harga dirinya ... (betul jawab dalam qolbuku). Sehingga ketika pendapat/keputusan/resume kalian terbentur dengan kesalahan, kalian cenderung membela diri dan mencari-cari jalan untuk membenarkan pendapat/keputusan/resume kalian, betul...? (dalam qolbuku kembali menjawab, betul) ... Maka belajarlah dari orang-orang pintar, mereka menjalani proses susah-payah untuk mencapai titik tertentu, karena mereka sadar bahwa mereka itu tak bisa dan ingin bisa. Dan proses yang berat akan mempengaruhi mentalmu wahai orang-orang cerdas! (oohhh... iyakah? aku harus berlelah dan bersusah-payah?) Iya, harus!

Okeh, back to the first paragraf. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah. Do you know your (/our) problem? Jawabnya, uncertainity of future, no body knows about what will happend next/tomorow. Untuk hal itu, maka kita harus bertanya dan bersandar kepada YANG TAHU. Lalu, siapa yang tahu? Jawabnya adalah: YANG LEBIH TUA DARI KITA. Who...? Parents? Grand-parents? Ancestors? Nooo... Mereka itu sama seperti kita. Yang lebih tua dari kita adalah YANG SUDAH ADA SEBELUM KITA SEMUA ADA. Dialah الله, Dia ada sebelum segala sesuatunya ada. Apakah benar الله ada? Kenapa kita tak melihatNya? Kenapa Dia tak berada di tengah-tengah kita untuk membimbing kita semua? Jika Dia memang benar-benar ada, lalu bagaimana cara kita bertanya kepadaNya?

Dia الله sungguh benar ada. Pembuktiannya adalah dari jejak-perbuatan (track-record) yang sudah Dia lakukan. Adanya kehidupan ini, adanya negeri-negeri yang mendapat 'adzab, adanya kita dan para leluhur kita di alam dunya ini, adanya kitab-kitab suci untuk membimbing kita (termasuk yang telah didistorsi oleh manusia sendiri), adanya jalan-jalan taqdir yang unik bagi tiap manusia, bahkan lihatlah kepada jasadmu sendiri yang bekerja dengan amat canggihnya. Lalu kenapa kita tak melihatNya? Kenapa Dia tak berada di tengah-tengah kita? Bukanlah kita tak melihatNya, tapi ... Belum melihatnya. Kelak nanti kita akan melihatNya, setelah berpindah alam kehidupan. Kenapa? Karena tujuan adanya kita di alam dunya ini adalah untuk diuji. Kita semua saat ini sedang dalam proses QC (quality-control), dan setelah proses QC ini akan ada proses penilaian, dan pastinya akan ada yang tak lolos uji QC. Apa yang terjadi jika tak lolos QC? Setiap produk yang tak lolos QC adalah produk REJECT, yang kemudian akan dibuang.

Kenapa disebut produk reject? Karena mereka telah berlaku tidak sesuai dengan tujuan penciptaan mereka, yaitu untuk menghamba kepada الله. Manusia reject akan dibuang ke Neraka untuk dibakar, abadi selamanya. Sedangkan yang lolos uji QC, akan menjalani kehidupan yang baik, bahkan bagi yang pantas akan bersama dengan الله. Siapakah mereka itu yang pantas bersama dengan الله? Para manusia pilihan, mereka itu para Anbiya wal-Mursalin, serta para 'Ulama Sholih, serta orang-orang yang dicintai oleh الله.

Lalu bagaimana kita bertanya kepada الله? Tak perlu repot dan susah, mintalah langsung kepada الله, Dia selalu mendengar dan melihat apapun yang kita ucapkan dan kita lakukan, bahkan dengan perkataan dan perbuatan yang paling disembunyikan sekalipun. Bahkan jawabannya pun sudah banyak di sekitar kita, hanya saja arogansi kita yang sering menutupinya. Contoh dari bimbinganNya kepada kita adalah Al-Qur'an, banyak jawaban dari masalah-masalah kita yang dijawabNya ada di sana. Lalu juga As-Sunnah, jalan hidup RosulNya, itupun bimbinganNya kepada kita agar bisa lolos dari ujian alam dunya ini.

Tetapi... ada saja manusia yang walau dengan kecerdasannya, membangkang dariNya. Contohnya, orang-orang cerdas-pintar dan hebat yang membuat aturannya sendiri dan membuang aturanNya. Sungguh arogansi yang amat luar biasa, jika tak bertawbat kelak mereka akan di Jahannam abadi selamanya. Serta ada saja (bahkan banyak) orang-orang bodoh yang mengikuti dan mendukung mereka itu, bahkan dibela-bela. Sungguh malang mereka, diberi aqal tetapi terjebak dalam kebodohan, bahkan dilestarikan. Its their own choice.

Thursday, January 19, 2023

REM Sleep

Dalam ajaran Islam, tidur disamakan dengan kematian. Maka orang yang tidur statusnya sama dengan orang yang mati, hingga dia terbangun. Tapii... Ada rahasia dibalik itu. Bahwa kehidupan yang sebenarnya ada dibalik kematian, bahkan dalam keadaan tidur. Tulisan kali ini adalah mengenai tidur REM (Rapid Eye Movement), dimana otak manusia menjadi jauh lebih aktif dibanding dalam keadaan sadar.

Kehidupan yang sebenarnya adalah setelah kita mati, dimana kita terlepas dari ikatan hukum alam 4 dimensi (panjang, lebar, tinggi, alur/waktu). Dan itu dapat dibuktikan di saat manusia sedang mati sementara, atau yang biasa disebut dengan tidur. Tidur memiliki 4 fase, yaitu tiga fase Non-REM (N1 - N3), dan 1 fase REM. Normalnya, urutan fase tidur adalah N1 -> N2 -> N3 -> N2 -> REM. Pada keadaan normal, untuk mencapai posisi REM adalah 90 menit, tapi beragam untuk siklus otak yang tak normal.

Pada fase N1 dan N2, otak memancarkan gelombang lambat yang disebut dengan SWS (Slow-Wave Sleep), dengan rentang frekwensi 0.5Hz - 4.5Hz dengan amplitudo 75µV. Pada saat inilah hampir seluruh tubuh manusia beristirahat, hingga sampai ke jaringan neuron pun beristirahat. Pada tahap N1 dan N2 orang yang tidur masih dapat dibangunkan. Lalu masuk pada tahap N3 yang disebut dengan deep-sleep, pada tahap ini orang yang tidur sudah sulit untuk dibangunkan. Fase N3 adalah kondisi puncak SWS dimana otak mulai memancarkan gelombang delta. Di fase N3 sering muncul mimpi yang biasanya hilang/terlupakan ketika sadar.

Lalu setelah beberapa kali terkopling antara fase N2 dan N3, masuklah pada satu fase yang disebut dengan REM, yaitu ketika orang yang tidur hilang kendali atas tubuhnya tetapi dalam keadaan sadar. Alat pemindai EEG menangkap aktifitas otak yang sadar pada fase REM, tetapi seluruh indera ditubuhnya tak terkoneksi. Ritma gelombang Theta (3Hz-10Hz) pada Hippocampus dan gelombang Gamma (40Hz-60Hz) pada Cortex menunjukkan bahwa orang yang tidur di fase ini sedang beraktifitas, bahkan lebih aktif. Pada fase ini mimpi yang muncul sulit untuk lupa karena otak bekerja seperti dalam keadaan sadar. Dan jika seseorang tidur selama 7 jam, setidaknya dia mengalami 4 kali fase REM.

Inilah yang disebut dengan mati sementara, bahwa sebenarnya masih ada kehidupan dengan aktifitasnya di alam yang lain. Bahwa sebenarnya jasad manusia hanyalah seperti suatu wadah / perangkat / devices yang bisa terdiskoneksi, tetapi kehidupan masih terus berjalan. Bahkan untuk beberapa saat setelah status mati (jantung tak berdenyut), otak manusia masih beraktifitas. Hingga akhirnya benar-benar total berhenti kerja ketika sistem kelistrikannya habis. Otak hanyalah jembatan, seperti jalur bus USB, atau jalur-jalur komunikasi lainnya pada perangkat, yang menjembatani jasad dengan si manusia yang sebenarnya.

Islam telah mengajarkan hal ini sebelum sains bisa mempelajarinya. Bahwa ada kehidupan di alam lain, bahkan setelah manusia dinyatakan mati (jantung tak berdenyut). Dan Islam mengajarkan bahwa manusia hanya berbekal catatan 'amal menuju ke alam lain, apapun lainnya yang ada di alam dunya tak akan dibawa. Dan ajaran Islam mengajarkan untuk bisa selamat di alam yang lain, terutama di alam akhirot yang abadi, maka kuncinya adalah tawhid. Bahkan di alam yang menjadi jembatan ke alam akhirot, yaitu alam barzakh atau alam qubur, orang yang tawhidnya baik maka selamat juga dari siksa qubur.

Maka, sadarilah segala kepalsuan yang ada di alam dunya ini. Tak ada satupun yang dibawa ke alam-alam lainnya, selain catatan 'amal. Sedangkan 'amal tidak diterima jika tawhidnya rusak. Syirik merusak kalimat لا إله إلا الله, dan bid'ah merusak kalimat محمد الرسول الله.

Tuesday, January 17, 2023

Spektrum Gelombang

Okeh, masih lanjut mengenai gelombang. Sebelumnya, mengapa aku menulis blog ini? Bertema tentang ini pula? Alasannya adalah: Karena dari pintu Fisika aku berkenalan dengan Robbku lebih dekat. Dengan menguasai 4 jenis energi dasar (Gravitasi, Elektromagnetik, Nuklir kuat dan Nuklir lemah), membuatku sadar akan kedigjayaan الله yang tak akan mungkin terjangkau/terkalahkan oleh apapun. Yang akan selalu membuatku menangis ketika ingat bahwa api Jahannam itu berwarna hitam. Dan semua yang paham mengenai nuklir, tahu apa itu api hitam, sedangkan Rosululloh telah menyebutkannya pada 14 setengah abad yang lalu. Untuk memahami mengenai "Api Hitam", maka perlu dipelajari dulu apa itu Spektrum Gelombang.

Pada posting sebelumnya telah aku terangkan apa itu gelombang. Yang perlu diketahui, satuan gelombang adalah frekwensi Hertz, dan disertai dengan panjang gelombangnya. Hertz itu orang yang pertama kali mencetuskan satuan gelombang ini, maka digunakanlah namanya dengan disingkat Hz. Misalkan: 1Hz, berarti gelombang ini naik-turun selama 1 kali dalam 1 detik. 5Hz, berarti gelombang ini naik-turun selama 5 kali dalam 1 detik.

Bahasan pertama, mengenai spektum gelombang suara. Suara adalah getaran yang merambat di udara atau air atau materi lainnya, yang tertangkap oleh telinga manusia. Tipikalnya, telinga manusia menangkap gelombang suara antara frekwensi 20Hz hingga 20000Hz, walaupun banyak manusia yang memiliki rentang/range lebih sempit. Banyak gelombang yang tak terdengar oleh telinga manusia, seperti contohnya suara sonar kelelawar, suara sonar dolphin, dan juga suara gunung berapi yang hendak meletus. Itulah kenapa banyak hewan berlarian turun gunung ketika gunung akan meletus, karena gunung itu mengeluarkan suara pekik yang terdengar hewan tapi tak terdengar oleh telinga manusia.

Berikutnya gelombang warna, yang terbagi menjadi 2 yaitu warna cahaya (RGB) dan warna serapan cahaya (CMY). Warna cahaya adalah gelombang elektromagnetik (tidak membutuhkan materi untuk merambat) yang tertangkap mata dan dicerap oleh otak manusia. Mata manusia menangkap dan mencerap gelombang warna dengan rentang/range 400THz - 800THz (Tera Hertz), atau dengan panjang gelombang 390nm - 700nm. Lebih rendah dari warna merah (400THz/700nm) disebut dengan inframerah, tak dapat dicerap oleh mata manusia. Lebih tinggi dari warna violet (800THz/390nm) disebut ultraviolet, pun tak dapat dicerap oleh mata manusia. Warna cahaya adalah warna yang berasal dari sumber cahaya langsung, percampuran dari 3 warna primer (RGB). Sedangkan warna serapan cahaya adalah warna yang berasa dari serapan cahaya putih pada benda kemudian terpantul ke mata manusia, percampuran dari 3 warna primer (CMY).

Berikutnya, adalah gelombang kinerja otak manusia. Otak manusia ketika bekerja memancarkan gelombang pulsa dengan rentang/range frekwensi 1Hz - 160Hz, tergantung dari aktifitasnya. Gelombang otak manusia yang paling tinggi adalah gelombang gamma, dengan rentang 40Hz - 160Hz, yaitu memancar ketika manusia sedang memusatkan perhatian (fokus penuh), dan puncak frekwensinya dicapai ketika manusia sedang bermeditasi atau sholat dengan khusyu'. Seandainya gelombang ini merambat melalui materi maka akan sangat riuh suaranya. Tetapi gelombang ini berjenis elektromagnetik yang tidak mempengaruhi materi sekitarnya.

Amat banyak jenis-jenis gelombang, termasuk diantaranya adalah gelombang energi panas, contohnya adalah gelombang energi panas yang terpancar dari bintang, dengan urutan warna bintang: Merah, oranye, kuning, putih, cyan, biru, ungu, dan yang paling panas berwarna hitam. Panas bintang yang terendah berasal dari bintang-bintang berwarna merah, dengan panas di bawah 3000K. Matahari kita berwarna kuning, maka panasnya sekitar 6000K. Dan bintang-bintang berwarna putih memiliki panas diatas 30000K, biasanya berada di pusat galaxy. Sedangkan masih ada lagi yang panasnya diatas itu, hingga yang terpanas bintang-bintang yang berwarna hitam yang belum bisa diukur berapa panasnya. Mengenai api hitam ini telah dikhobarkan oleh Rosululloh, bahwa api Jahannam berwarna hitam, yang proses penaikan panasnya sampai hampir jutaan tahun. Khobar ini lebih dari 14 abad yang lalu, sebelum ada penelitian tentang gelombang panas dari bintang-bintang.

In sya الله akan aku lanjutkan lagi pembahasannya, bahkan mungkin sampai membahas mengenai nuklir dan "God Particle". Jika ada yang ingin mengenalku lebih baik lagi, atau ingin tahu apa saja pekerjaan dan karya-karyaku, atau sekedar hanya ingin mentraktir kopi dan mie instant, silahkan hubungi saja no WA ku, 081295023837. Aku sedang menulis beberapa buku/kitab, juga sedang membangun beberapa aplikasi, jika ada yang berminat bantu akan aku sambut dengan sangat baik.